Berfikir NoSQL ?

NoSQL atau biasa disebut dengan Not Only SQL adalah sistem manejemen database non relasional. NoSQL digunakan untuk menyimpan data dalam ukuran besar (Big data).

NoSQL tidak membutuhkan skema table dan menghindari operasi join, konsep ini dikenal sebagai structured storage.

Dalam perkembangannya media penyimpanan database NoSql terbagi dalam beberapa bentuk:

  • Document Database contohnya MongoDB, setiap satu object data disimpan dalam satu dokumen. Dokumen sendiri bisa terdiri dari key-value, dan value sendiri bisa berupa array atau key-value bertingkat.
  • Graph , Format penyimpanan data dalam struktur graph. Format ini sering dipakai untuk data yang saling berhubungan seperti jejaring social. Contoh database noSQL dengan format ini adalah Neo4J dan FlockDB. FlockDB dipakai oleh twitter.
  • Key – Value, contoh database jenis ini adalah Apache Cassandra.
  • Object Database. Format database yang disimpan dalam object. Object disini sama dengan pengertian object di Pemrograman beroreintasi object , Contoh databasenya adalah Db4o.
  • Tipe lainnya adalah tabular, tuple store dan berbagai jenis lain yang tidak terlalu populer.

 

Bagaimana cara berfikir NoSql ?

di bawah ini terminologi mendasar sql dan nosql yang perlu kita pahami

 

Bagaimana mendesign database NoSql ?

Untuk mendesign database NoSql, kita perlu mengubah cara berfikir kita tentang relational database dan membuangnya jauh2 agar kita bisa berinteraksi dengan NoSQL. Sebagai studi kasus lihat sample di bawah ini :

Dari gambar di atas kita mempunyai dua table yaitu blog dan coments dengan relasi one to many. Untuk mengubah ke NoSql (mongoDb) kita perlu menggabungkan dua table tersebut menjadi satu table sehingga bentuk relationalnya hilang. Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan json data, mempelajari NoSql akan lebih mudah. Ubah table sql diatas ke NoSql (MongoDB).

{
	_id:1099843,
	title:"Menikmati Sunrise Sikunir",
	content:"Awan indah menggantung di langit senja ...",
	coments:[
		{
			coments:"Inget tempat ini pingin pulang :)",
			created_date:"2013-04-28 05:30"
		}
	]
}

 

Next : Crud Python Mongodb

Good luck …!

 

The Collection Part 2 #Postgres_Copy_Table

To copy a table completely, including both table structure and data, you use the following statement:

CREATE TABLE new_table AS TABLE existing_table;

To copy a table structure without data, you add the WITH NO DATA clause to the CREATE TABLE statement as follows:

CREATE TABLE new_table AS TABLE existing_table WITH NO DATA;

To copy a table with partial data from an existing table, you use the following statement:

CREATE TABLE new_table AS SELECT * FROM existing_table WHERE  condition;

The condition in the WHERE clause of the query defines which rows of the existing table will be copied to the new table.

Note that all the statement above copy table structure and data but do not copy indexes and constraints of the existing table.

PostgreSQL copy table example

The following statement creates a new table named contacts for the demonstration:

CREATE TABLE contacts(

    id SERIAL PRIMARY KEY,

    first_name VARCHAR NOT NULL,

    last_name VARCHAR NOT NULL,

    email VARCHAR NOT NULL UNIQUE

);

In this table, we have two indexes: one index for the primary key and another for the UNIQUE constraint.

Let’s insert some rows into the contacts table:

INSERT INTOcontacts(first_name,last_name,email) VALUES('John','Doe','john.doe@postgresqltutorial.com'),

      ('David','William','david.william@postgresqltutorial.com');
 
To copy the contacts to a new table, for example, contacts_backup table, you use the following statement:
CREATE TABLE contact_backup

AS TABLE contacts;

This statement creates a new table named contact_backup whose structure is the same as the contacts table. In addition, it copies data from the contacts table to the contact_backup table.

Let’s check the data of the contact_backup table by using the following SELECT statement:

It returns two rows as expected

To examine the structure of the contact_backup table:

As you can see in the output, the structure of the contact_backup table is the same as the contacts table except for the indexes.

To add the primary key and UNIQUE constraints to the contact_backup table, you use the following ALTER TABLE statements:

ALTER TABLE contact_backup ADD PRIMARY KEY(id);

ALTER TABLE contact_backup ADD UNIQUE(email);
To view structure of the contact_backup table again, you use \d command:
In this tutorial, you have learned how to copy an existing table to a new one using the various forms PostgreSQL copy table statement.
source : postgresqltutorial.com

The Collection Part 1 #try_exception

Bagaimana cara menangani event exception pada saat kita melakukan request ke webservice ?

ada kalanya kita memerlukan sebuah function yang bisa melakukan reload ulang pada sebuah event yang kita buat jika event tersebut mengalami mal function. cara yang paling sederhana kita bisa menggunakan try exception, seperti sample di bawah ini :

class NetworkError(RuntimeError):
    pass
 
def retryer(max_retries=10, timeout=5):
    def wraps(func):
        request_exceptions = (
            requests.exceptions.Timeout,
            requests.exceptions.ConnectionError,
            requests.exceptions.HTTPError,
            requests.exceptions.SSLError,
        )
 
    def inner(*args, **kwargs):
        for i in range(max_retries):
            try:
                result = func(*args, **kwargs)
            except request_exceptions:
                time.sleep(timeout)
                continue
            else:
                return result
            else:
                raise NetworkError
        return inner
    return wraps
 
@retryer(max_retries=7, timeout=1)
def foo():
    print('Stuff')
    requests.get('https://www.google.com')

sumber : stack overflow

good lucks

JSON Web Token (JWT)

Definisi

JSON Web Token atau lebih dikenal dengan JWT yang mana JWT ini adalah sebuah token berbentuk string panjang dengan character random.  JWT digunakan untuk melakukan sistem Autentikasi dan Pertukaran Informasi. Umumnya JWT digunakan untuk melakukan login.

JSON Web Token Sebagai Token Based Authentication system

Tidak seperti otentikasi berbasis sesi, sistem otentikasi berbasis Token membutuhkan beban server yang sangat sedikit. Dalam sistem otentikasi berbasis sesi, pemeliharaan penyimpanan sesi memerlukan pengolahan dan penyimpanan. Sedangkan sistem otentikasi Token, tidak diperlukan penyimpanan sesi di sisi server. Keindahan menggunakan JWT sebagai token otentikasi adalah kesederhanaannya. Setelah token dibuat, system akan mengotentikasi pengguna tanpa menyentuh database lagi. Token dapat dibuang saat kadaluwarsa dari waktu ke waktu yang disebutkan dalam token itu sendiri. JWT adalah self contained token yang memiliki otentikasi, kadaluwarsa informasi waktu dan klaim yang ditetapkan pengguna lainnya yang ditandatangani secara digital.

Kegunaan

JWT dapat digunakan untuk menyediakan sistem Otentikasi Berbasis Token di API ReST Anda. Karena JWT berisi klaim yang diperlukan, dimungkinkan untuk memberi skala API tanpa bergantung pada server Authentication.

Structure JWT

– Header terdiri dari Algoritma HS256, merupakan default dari JWT.

sample :


– Payloadnya sebagai infomasi atau data yang ingin kita kirimkan ke user.

sample:


– Verify Signature adalah hasil dari Hash atau gabungan dari isi encode Header dan Payloadnya lalu ditambahkan kode screet key.

sample :

 

referensi : https://jwt.io/

good luck …!